Sabtu, 15 Desember 2012

Batu Kecubung Kalimantan

Tahukah Anda Batu Kecubung Kalimantan? Batu Kecubung Kalimantan atau disebut juga dengan ametist adalah jenis batuan mineral kuarsa. Ametist ini banyak dipercaya sebagai batu lahir bagi orang yang lahir di bulan Februari. Seperti apa warna batu ini? Biasanya, ametist ini berwarna ungu dan ada juga yang berwarna merah muda.
Berdasarkan sejarah, warna ungu adalah warna yang dipakai oleh raja, ratu, dan keluarga kerajaan yang lainnya. Oleh sebab itulah, penguasa - penguasa umumnya mempunyai berlian yang terbuat dari batu ini.


Sejarah Batu Kecubung Kalimantan

Sejarah batu ini akan membawa kita semua melihat kembali cerita mitologi Yunani-Romawi. Berdasarkan mitologi Yunani, sang dewa anggur bernama Bacchus dikisahkan mempunyai dendam kepada Diana. Untuk membalas dendamnya itu, dewa anggur ini mengatakan bahwa orang pertama yang ditemuinya dalam perjalanan di hutan akan dimakan oleh seekor harimau miliknya.

Ternyata, orang pertama yang bertemu dengan dewa anggur di hutan adalah seorang wanita cantik. Wanita yang sedang dalam perjalanan untuk menyembah di kuil Diana ini bernama Amethyst. Ketika diserang oleh Bacchuss, wanita cantik ini memanggil Diana untuk menolong dirinya. Diana akhirnya mengubah wanita cantik ini menjadi batu putih, berkilau, dan bersih. Sadar akan kesalahannya, dewa anggur ini lalu menuangkan anggur pada batu putih tadi hingga mengakibatkan batu tersebut berwarna keunguan. Itulah sejarah dari amethyst.

Pada zaman Roma Kuno, batu amethyst ini sering dimasukkan ke dalam gelas anggur agar si peminum anggur tidak terlalu mabuk. Selain itu, orang-orang Mesir Kuno yakin bahwa batu ini mempunyai kekuatan yang dipakai untuk menjaga kuburan Firaun.

Pada periode abad pertengahan, batu ini sering dimanfaatkan sebagai obat untuk mengusir rasa kantuk, melindungi pemiliknya dari sihir, untuk mempertajam kecersdasan, dan dapat meraih kemenanagan saat peperangan. Sementara itu, berdasarkan mitologi Arab, amethyst mampu melindungi penggunanya dari asam urat dan mimpi buruk. Batu ini pun dipercaya sebagai bagu kekuatan dan kekuasaan.

Mengenal Batu Kecubung Kalimantan

Batu Kecubung Kalimantan merupakan salah satu jenis batu dengan wara ungu yang memiliki harga murah tetapi kualitasnya sama dengan permata. Batu ametist ini termasuk jenis semi permata yang nilai kekerasannya 7 pada skala Mohs. Batu ini juga termasuk jenis batuan kuarsa. Berdasarkan etimologinya, kata amethyst ini berasal dari bahasa Yunani yang artinya ‘jangan mabuk’. Istilah ini sangat berhubungan dengan kepercayaan di Yunani, yaitu batu ini mampu menjaga orang dari mabuk minum alkohol. Artinya, orang Yunani Kuno ingin member tahu bahwa warna batu ametist ini hanmpir sama dengan warna minuman anggur. Sebagai salah satu jenis batuan mineral kuarsa, batu ini warnanya begitu populer.

Bentuk kristalnya yang cantik, menawan, dan berkilauan pun begitu disukai banyak orang. Semua kwarsa yang memiliki warna ungu pasti disebut ametist. Warnanya bermacam-macam. Ada yang berwarna ungu muda, ungu pucat, dan ada juga yang berwarna ungu tebal kemerahan. Ametist yang berwarna ungu kuat kemerahan adalah salah satu batu ametist dengan kualitas tinggi dan harganya pun cukup mahal.

Batu ametist ini banyak ditemukan di berbagai negara seperti Uruguay, Brazil, Argentina, Bolivia, Namibia, Zambia, dan negara Afrika lainnya.

Sementara itu, batu ametist yang warnanya gelap banyak ditambang di negara Australia. Batu ametist yang kualitasnya terbaik ada di penambangan Siberia dan dikenal dengan Uralian amethyst.

Selain di beberapa negara yang telah disebutkan tadi, Indonesia pun ternyata memiliki deposit batu ametist dengan kualitas bagus. Di Indonesia, Batu Kecubung Kalimantan banyak terdapat di Pulau Kalimantan. Di sinilah banyak ditemukan batu ametist yang berwarna ungu kemerahan.

Di sisi lain, ada sebagaian orang percaya bahwa batu ametist ini memiliki tuah pengasihan yang kuat. Batu ini dipercaya bisa membuat orang lain bersimpati kepada si pemakai batu. Selain itu, bambu hitam biasanya digunakan untuk pengasahan batu ametis.

Walaupun proses pengasahan dengan bambu hitam ini memakan waktu yang lama, tetapi tuah yang didapat akan semakin maksimal. Itulah kepercayaan yang beredar di Indonesia seputar Batu Kecubung Kalimantan.
Arti Metafisik dan Makna Spiritual dari Batu Kecubung Kalimantan.

Sebagai varian violet, yaitu ungu, dari kuarsa alami, amethyst dapat dikatakan sebagai salah satu permata terpopuler dan tersohor. Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa nama amethyst ini diambil dari bahasa Yunani yang artinya ‘keadaan tidak mabuk’. Ini adalah sebuah nama yang tepat sebab batu ini diyakini dapat mementahkan efek alkohol.

Pada abad-abad awal, batu ini disebut sebagai salah satu batu permata paling bernilai dan diangga sebanding dengan zamrud, safir, ruby, dan berlian. Tapi, setelah ditemukan banyak cadangan, amethyst ini hampir kehilangan nilainya sebagai batu permata bernilai tinggi.

Sementara itu, dilihat dari makna metafisiknya, batu ametis ini mempunyai rumus kimia SiO2 atau silicon dioksida dan dianggap sebagai batu yang berefek menenangkan. Ya, batu ini memang sangat identik dengan ketenangan, kedamaian, keseimbangan, dan daya tahan. Sebagian orang percaya bahwa jika sedang mengalami banyak masalah, gunakanlah batu ini untuk memperoleh aura ketenangan. Batu ini pun mempunyai efek menenangkan terhadap orang-orang mempunyai tekanan emosional.

Siapa saja yang memakai batu ini, dipercaya pemakainya akan mendapat kepuasan dan kebahagiaan. Ametis juga diyakini oleh sebagian orang dapat menjadi penyembuh sakit kepala, diabetes, insomnia, arthritis, dan lain-lain. Batu ini juga dipercaya dapat membantu meringankan rasa lelah, meningkatkan ketenangan pada ibu hamil, dan dapat mengatasi masalah-masalah kesehatan lainnya. Amethyst pun dipercaya dapat melindungi diri dari perampok atau pencuri.

Batu Kecubung Kalimantan untuk Aksesori

Setiap orang yang mendengar nama batu yang satu ini pasti akan mengasosiasikannya langsung ke batu ungu berkristal. Hal ini kuranglah tepat. Tapi, walaupun begitu, amethyst ini memang mempunyai warna dasar ungu dan termasuk batu mineral supercomposite.

Ada yang dinamai lamella menyerupai belang yang berselang-selang di antara bagian kanan dan kiri. Struktur seperti ini terbnetuk karena adanya tekanan mekanikal di dalam lapisan bumi selama jutaan tahun. Oleh  karena itu, dihasilkanlah amethyst dengan corak berbelang-belang. Namun, ada juga amethyst yang tak memiliki corak dan membentuk krsital bening. Dilihat dari tingkat kekerasan, amethyst ini berada di skala 7 pada skala Mohs. Inilah alasan mengapa batu ini sering dikenal seabgai batu mulia kelas 2.

Memang bukan sesuatau yang aneh lagi jika di Indonesia batu ini dipercaya memiliki khasiat pengasihan. Banyak orang yang percaya akan hal ini. Terlepas dari semua m

Mitos yang ada dalam amethyst ini, batu ini pun banyak dimanfaatkan menjadi batu aksesori atau perhiasan. Di mana kita bisa mendapatkannya? Apakah sulit mendapatkannya?

Mendapatkan batu ini tidaklah sulit karena di beberapa daerah banyak ditemukan seperti di Kalimantan, tepatnya di Martapura. Bagaimana dengan Pulau Jawa? Di pulau ini, kita bisa mendapatkannya di berbagai tempat. Di Jakarta Timur, batu ini banyak ditemukan di Pasar Batu Rawa Bening. Di Yogyakarta, batu ini bisa ditemukan di Malioboro. Sementara itu, di Bandung, batu ini dijual di kawasan Otista.

Batu-batu ini dijual dengan beragam kualitas. Harganya juga sangat bervariasi, misalnya ada yang menjual satu batu dengan harga Rp. 50.000 sampai di atas Rp. 750.000. Tapi, semua itu bergantung pada kualitas dan ukuran batu. Sebelum membelinya, ada baiknya kita bertanya kepada orang yang mengerti. Jangan sampai kita tertipu.

Itulah serba-serbi Batu Kecubung Kalimantan. Anda berminat membelinya?



Related Post :
Journey : Loktuan, Bontang Kalimantan Timur
Bontang Kuala : Kampung Terapung
PerpuSeru : Day 2 and Day 3